Kamu bisa meliihat saya sayang? Saya disini jauh dari keberadaan mu. Sangat jauh sayang. Saya yakin kamu tidak akan bisa melihat saya disini. Sayang, terlalu menyedihkannya saya disini, di tempat yang kamu tunjukan kepada saya beberaoa waktu lalu, Sebelum kamu pergi entah kemana sekarang. Saya sendiri disini sayang, tidak bisa berbuat apa-apa. Saya hanya bisa menunggu kamu disini.
Masukan Judul untuk Blog Anda
Kata hati terkadang tak sesuai dg jalan yang kita pilih, katanya
Sabtu, 11 Januari 2014
Kamis, 09 Januari 2014
Hanya sedikit berkata….
Malang, 10 Januari 2013
8.32 AM
Buat pacar saya yang banyak maunya dan juga pemarah..
Ini bukan tulisan yang enak buat di baca memang, bukan juga tulisan yang sengaja saya buat lalu saya berikan ke kamu, hanya saja tulisan ini adalah salah satu dampak dari kegelisahan yang saya rasakan beberapa jam yang lalu, yang menjadikan saya berfikir dan berharap untuk bisa mengungkapkan sesuatu. Hanya itu mungkin, karena saya hanya bisa menggambarkan pikiran saya dengan tulisan ini. Tau diri sudah bagaimana keadaannya saat ini, memang kamu paling suka membuat suasana.
Rabu, 11 Desember 2013
Kamu bilang apa, sekarang?
Lalu bagai mana jadinya sekarang?
Saya tau, kalian sudah bisa mengerti dengan ke-egoisan saya.
Saya tau, kalian bisa menjadi orang yg berarti buat hidup saya, namun?
Ketika saya sudah mulai bisa memahami kalian apa yang kalian terhadap saya?
Kalian membicarakan tentang kepekaan dan kedewasaan, lantas siapa yang belum bisa beraikap dewasa dan peka terhadap kondisi sekarang?
Kalian menilai bahwa saya marah? Tidak, tidak sama sekali.
Saya merasa saya adalah orang yang paling belum bisa beraikap dewasa dan ketika kalian membicarakan tentang kepekaan, saya adalah orang yang paling acuh dari kalian.
Tidak masalah bagi saya, ketika saya muak terhadap sesuatu saya akan menungkan segala kemarahan saya, terhadap apapun.
Saya tau, kalian sudah bisa mengerti dengan ke-egoisan saya.
Saya tau, kalian bisa menjadi orang yg berarti buat hidup saya, namun?
Ketika saya sudah mulai bisa memahami kalian apa yang kalian terhadap saya?
Kalian membicarakan tentang kepekaan dan kedewasaan, lantas siapa yang belum bisa beraikap dewasa dan peka terhadap kondisi sekarang?
Kalian menilai bahwa saya marah? Tidak, tidak sama sekali.
Saya merasa saya adalah orang yang paling belum bisa beraikap dewasa dan ketika kalian membicarakan tentang kepekaan, saya adalah orang yang paling acuh dari kalian.
Tidak masalah bagi saya, ketika saya muak terhadap sesuatu saya akan menungkan segala kemarahan saya, terhadap apapun.
Kamis, 15 Agustus 2013
Kita – #LL
Aku adalah aku. Aku adalah salah satu penggemar rahasiamu. Aku adalah satu dari sekian banyak orang yang mengagumimu, kepribadianmmu dan semua hal yang kamu miliki. Aku bukanlah apa-apa, aku hanya seorang yang memiliki berjuta kekurangan di dalam diriku. Bukan aku merendah, namun memang ini adanya.
Kamu adalah kamu. Kamu adalah orang yang aku pilih untuk aku ingin ketahui lebih banyak tentang dirimu, duniamu dan semua hal yang ada padamu. Kamu adalah satu-satunya orang yang bisa membuat mata aku menjadi membelalak dengan kelakukan yang kamu lakukan. Kamu adalah seseorang yang memiliki keanggunan, karakter yang berbeda dari yang lain dan memiliki sifat yang aku suka, bukan aku memuji, namun memang ini adanya.
Kita – aku dan kamu – memang pernah satu, dalam ikatan yang kita jalin bersama. Kita memang pernah merasakan indahnanya dunia yang kita buat berdua dan kita pernah merasakan pahitnya perbedaan yang dipertentangkan, namun kita adalah sang pemberontak.
Minggu, 04 Agustus 2013
Kami adalah …. Part 2 Final
Aku kembali memeluk tubuhnya dengan erat dan berkata “Tenang saja sayang. Aku akan baik-baik saja. Akan aku bawa kamu untuk kembali mengelilingi alun-alun seperti apa yang telah kita lakukan tempo dulu.”
Aku adalah anak ke-3 dari 4 bersaudara. Aku adalah satu-satunya anak perempuan diantara saudara-saudaraku yang lainnya. Orang tua ku dan kedua kakakku sangatlah menyayangiku. Aku selalu dimanjakan oleh mereka, apapun yang aku pinta pasti mereka turuti, namun aku bukanlah anak yang suka meminta-minta. Aku dididik oleh ayahku untuk dapat hidup mandiri, bahkan aku dituntut oleh beliau agar selalu berusaha dalam setiap hal apapun, karena beliau ingin anak perempuannya tidak menjadi anak yang pemalas dan suka menyuruh orang lain. Mungkin dalam kultur keluargaku berusaha adalah hal yang penting untuk anak-anaknya, bahkan adikku yang kini masih bersekolah di bangku SD kelas 6 sudah di tuntut untuk mengerjakan keperluannya sendiri. Bukan berarti keluargaku malas untuk membantu, namun kemandirianlah yang diutamakan dalam sistem kekeluargaan keluargaku.
Senin, 29 Juli 2013
Kami adalah …. Part 1
Terdengar keluhan nafas yang sangat berat keluar dari mulutnya. “Kamu, sudah bulat dengan keputusanmu itu?” Dia menatapku dengan berjuta rasa harapan. “Kamu yakin akan baik-baik saja disana?”
Namaku Rian, panggil saja aku Ian. Begitu kebanyakan temen-temenku memangilnya. Aku adalah mahasiswa di salah satu Perguruan Tinggi di Kota Malang. Universitas Negeri Malang tepatnya. Aku terlahir di daerah yang jauh dari tempat tinggalku sekarang ini. Aku lahir di Provinsi Jawa Barat, tepatnya di daerah Cirebon. Mungkin dalam benak kalian bertanya-tanya kenapa saya tidak kuliah di Kota-kota besar yang dekat dengan Kota kelahiran saya. Misalkan di Bandung, Bogor ataupun di Jakarta. Ada satu ketertarikan ku terhadap kota yang sekarang aku tinggali yaitu di Kota Malang. Kota yang penuh dengan kisah termasuk kisah cintaku dengan Dian, anak Cirebon juga. Dia adalah salah satu Mahasiswi di salah satu Universitas yang berada sangat jauh dengan lingkunganku saat ini. Dia berjuang untuk menuntut ilmu di bidang Kesehatan Masyarakat di daerah Bandung. Dia berumur sama dengan umurku sekarang, namun dia lebih muda beberapa bulan dibandingkan diriku.
Minggu, 28 Juli 2013
Kehadiranmu
Sekarang, aku sudah mulai terbiasa dengan kehadiranmu dalam hidupku. Seakan kamu sudah menjadi bagian dari hidupku seutuhnya. Jujur saja, aku tak semerta-merta mengijinkanmu masuk dalam kehidupanku. Ingin rasanya aku mengenyahkanmu. Namun, dengan segala keterbatasanku, lagi-lagi aku tidak bisa berbuat lebih untuk bisa menjauhanmu dari hidupku. Kamu hanya bisa datang dan memberikan rasa pahit yang sangat amat.
Akupun sudah mulai muak dengan semua tingkahmu yang sok dewasa. Aku di lumpuhkan dengan rayuan-rayuanmu, terlebih ketika kamu membicarakan tentang kehidupanku. Aku muak!
Kamu tau? Kamu hanya bisa memberikan hal buruk untuk ku. Kamu tidak pernah mendengarkan apa yang pernah aku katakan. Kamu tidak pernah mengikuti apa yang aku pinta. Kamu egois!
Langganan:
Postingan (Atom)
