Aku sama sekali tidak merasakan lapar, bahkan lelahpun tidak. Aku juga tidak tau apa yang aku rasakan saat ini. Tubuhku hanya terasa sedikit agak aneh. Entah kenapa, aku juga tidak tau. Hari ini aku sama sekali tidak bisa bengun dari tidurku. Aku merasakan hari ini adalah hari terlama aku tidur. Tidak bisa di banyangkan aku tidur dari jam 6.00 hingga malam sekitar jam 2.00. Kamu tidak tau gimana rasanya tidur seharian penuh. andai saja aku bisa bangun jam 6.00 aku bakalan jadi pencetak rekor tidur terlama diantara temen-temen satu kontrakanku.
Kamu juga tidak tau gimana caranya aku bangun, aku berfikir untuk memikirkan hal-hal yang sangat menyeramkan agar aku bisa beranjak bangun, setidaknya berpindah untuk mencari tempat lain yang membuatku bisa membuka mata.
Aku bingung harus berbuat apa. Sekarang aku menyesal karena waktu masih menunjukan pukul 2.00 malam. Sedangkan mataku kini sudah tidak bisa untuk dipejamkan lagi.
Bayangan-bayangan semu yang tadi sempat aku fikirkan kini tercetak jelas dalam pikiranku. Aku jadi ketakutan sekarang, sejak suatu kejadian yang aku alami beberapa hari yang lalu. Aku benar-benar berada dibawah selimut yang dari tadi menindihku untuk memberikan kehangatan untuk tubuhku ini. Beberapa detik kemudian aku dengan kagetnya membuka selimutku yang mengelibungi tubuhku. Aku melihat sekeliling dengan seksama. Tidak ada apa-apa. Lantas aku bangun dari tidurku merasakan tubuhku yang kacau-balau.
Lalu, kalian tau apa yang aku lakukan? aku menyusuri setiap lorong kontrakanku yang saat ini gelap karena semua lamtu dimatikan. Aku liat dengan teliti disetiap sudutnya berharap aku menemukan sesuatu untuk aku ajak bicara. Jujur aku merasa kesepian sekarang. Aku buka satu-persatu kamar teman-temanku dan mulai meneliti apa yang ada di dalam kamar. Aku tidak menemukan apapun. Aku tidak menemukan sesook orang untuk aku ajak mengobrol, ya hanya mengobrol. Kepalaku sudah terlalu banyak masalah dan akan aku tumpahkan semua permasalahan kepada siapapun. Entah itu teman, entah itu siapa. Cerminpun aku aja bicara. Emang begitu kelakuanku saat ini. Banyak dari teman-temanku menanyakan keanehanku akhir-akhir ini. Entahlah, aku tidak bisa berani terbuka banyakhal untuk makhluk bernyawa seperti mereka. Hanya aku lebih suka berbicara kepada angin, cermin bahkan kepada diriku sendiri.
Aku tidak menemukan apapun. Kalau kalian bertanya aku lapar tidak. AKu akan menjawab aku sama sekali tidak merasa lapar. Sama sekali. Aku hanya merasakan kepalaku yang berat, sangat-sangat berat.
kembali aku tidurkan tubuhku di dalam kamarku dan menyelimutinya dengan selimut. Kembali aku memikirkan sesook makluk yang sempat aku temui duduk di kasurku beberapa hari lalu. Rasa takutpun menjalar di seluruh tubuhku. Aku bukan tipe laki-laki yang penakut, namun aku hanya tidak suka kalau di kagetin. Hah, jantungku bisa copot wes. Sedetik kemudian aku mendengar suara pintu kamarku terbuka, langsung aku buka selimut yang menutupi kepalla dan tubuhku. Oh, ternyarta cak moe yang ada di balik pintu. Sukurlah ada yang masih bangun.
Lantas dia menyuruhku untuk bangun dan mengajak ku untuk pergi keluar, sekedar ngopi di warung yang biasa aku kunjungi tengah malam. Lantas aku langsung berdiri dan mengiyakan ajakannya. Akupun keluar, menutup pintu, sembari mengucapkan salam kepada makhluk yang berada tepat disamping aku membaringkan tubuhku tadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar