Kelaparan bukanlah hal yang aneh bagi para mahasiswa yang jauh merantau dari tanah kelahiran. Kelaparan, telat makan adalah makanan sehari-harinnya, terlebih bagi mahasiswa perokok. Siksaan yang di dapat berlipat ganda. Namun apa sih yang menyebabkan uang yang dikirimkan tidak bisa cukup untuk menghidupi hingga kiriman berikutnya datang. Ini yang mestinya harus di pertannyakan.
Mungkin tak lain salah satunnya karena kurangnnya kontrol pengeluaran uang. Bagi mahasiswa semester-semester awal masihlah sulit untuk memenage pengeluaran dan pemasukan uang. Tak hayal saldo di ATM pun habis sebelum tanggal yang telah di jadwalkan yaitu tanggal dimana uang baru bisa dikirim. Namun, ini mungkin telah menjadi hal kebiasaan atau suatu hal yang wajar. Disaat kita tidak memiliki uang bilang saja kiriman uang telat, kita berbondong-bongdong akan mencari pinjaman kepada semua teman yang kenal dekat dengan kita. Kita akan menjanjikan berjuta hal yang menurut saya belum tentu itu terjadi. Seperti, “Aku minjam uang kamu dulu yah, nanti lusa aku balikin.
Soalnnya ibu aku baru bisa ngirim besok.” atau “Boii, punya uang gak kamu. aku minjem dulu dong. Nanti aku pijit kamu 2 jam” Tuhkan, itu salah satu contohnnya.
Belum lagi alasan yang sangat-sangat berbeli-belit dan membeberkan semua hal yang ada di kepalannya. Entah ini sudah dirancang atau tidak yang jelas mereka akan memberikan argumennya secara detail dan memasang raut muka yang memelas. Seperti alasan pacar minta ngedatelah, ibu kos mau ngelahirin lah, bapak kosnnya mau cerailah, atau ngak neneknya yang di rumah mau kawin lagi. Itu sudah.
Sebenarnya apa sih yang jadi permasalahan? Keegoismean salah satunnya, yang aku bilang tidak adannya kontrol tadi diatas, itu juga. dan yang jelas kebanyakan mengumbar hawa napsu. Makannya pintar-pintarlah dalam memenage pengeluaran kita. Kita bisa jatah perhari, perjam atau permenit. Nah, bagi yang perokok. Kita bisa mengatur jadwal merokok kita. Kehari 3X kek, kan bisa lebih irit tuh. Kalau rokoknnya 1 bungkus isinnya 12 kan bisa di jadiin 4 hari. Lebih irit to..
Nah itu dia. Kalau ada yang kurang sepakat. ya, monggo di luruskan.. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar