Sekarang, aku sudah mulai terbiasa dengan kehadiranmu dalam hidupku. Seakan kamu sudah menjadi bagian dari hidupku seutuhnya. Jujur saja, aku tak semerta-merta mengijinkanmu masuk dalam kehidupanku. Ingin rasanya aku mengenyahkanmu. Namun, dengan segala keterbatasanku, lagi-lagi aku tidak bisa berbuat lebih untuk bisa menjauhanmu dari hidupku. Kamu hanya bisa datang dan memberikan rasa pahit yang sangat amat.
Akupun sudah mulai muak dengan semua tingkahmu yang sok dewasa. Aku di lumpuhkan dengan rayuan-rayuanmu, terlebih ketika kamu membicarakan tentang kehidupanku. Aku muak!
Kamu tau? Kamu hanya bisa memberikan hal buruk untuk ku. Kamu tidak pernah mendengarkan apa yang pernah aku katakan. Kamu tidak pernah mengikuti apa yang aku pinta. Kamu egois!
Kamu masih ingat? Betapa menyedihkannya aku kala itu, sebelum kedatanganmu. Kamu datang dan lebih membebankanku. Yang aku sesali. Kamu masih belum bisa membicarakan tentang dirimu. Kamu masih belum bisa menjelaskan terntang kenapa kamu diciptakan? dan untuk apa adanya kamu? Kamu masih belum bisa mengungkapkan itu semua terhadapku.
Aku tidak tau kamu. Ajari aku untuk mengenalmu. Agar aku bisa merasakan apa yang akan kamu berikan untuk ku, untuk kehidupanku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar